Posts

Showing posts from 2014

Monday

Hari ini, Minggu, 28 Desember 2014. Minggu yang tak seperti biasanya, dimana aku harus tidur lebih awal dari hari sabtu malam, karena the next day is Monday, Money Day. Tapi kali ini, aku bahkan bisa tidur lebih lama dari hari-hari sebelumnya, atau mungkin tidak tidur sama sekali. Ya, karena kenyataannya the next day is Monday, but not Money Day. Entah harus bahagia atau apa, aku bahkan tidak tahu. Setelah kurang lebih tiga tahun aku lalui hari-hariku di tempat kerja, mulai besok aku bahkan takkan pergi kesana lagi. Disatu sisi aku mungkin bahagia, bukankah ini yang selalu aku inginkan? Mencari pekerjaan baru ketika aku sudah mulai lelah dengan pekerjaan lamaku. Tapi mungkin aku juga harus bersedih, meski aku tak dapat mengeluarkan air mataku, tapi percayalah aku sungguh kehilangan kalian, teman-teman terbaikku. Sulit dipercaya, tiga tahun layaknya seperti seorang siswa SMA, aku lalui hariku dengan mereka. Mereka yang selalu dengan senang hati membantu setiap pekerjaanku, me...

(Masih) Cahaya

Selamat siang, cahaya! Saat ini, saat aku memutuskan untuk tak lagi berada disisimu mengapa langit menjadi redup disiang hari? Mengapa langit seolah tau apa yang sedang kita rasakan? Apa disana kau sungguh kehilanganku? Kamu tau bahwa akupun kehilangan. Memang sulit dipercaya, ketika aku berharap cahaya masih menerangiku, justru aku yang melepaskannya. Mengatakan bahwa aku tak bisa lagi berada disisimu saja membuat jantungku berdegup sangat kencang. Aku tak bisa membayangkan bagaimana aku dimasa depan tanpamu? Jika diantara kita masih ada rindu dan cinta, aku harap kita dapat mengatasinya dengan cara yang benar. Aku harap kita saling mendoakan ketika rindu itu menghampiri. Aku harap kita akan selalu kuat. Aku harap aku dapat menjadi seseorang sepertimu, orang yang selalu pantang menyerah saat mimpi menjadi tujuan hidup. Kita memang berpisah. Tapi bukan berarti tidak ada "kita". Kita akan selalu ada. Selalu ada.

Cahaya

Cahaya. Satu kata yang bisa aku rasakan ketika kamu berada disisiku. Sulit digambarkan tapi aku tau kamu nyata menerangi setiap sudut hatiku. Ketika aku sadar semua terasa redup kamu selalu ada seperti sebuah lilin didalam kegelapan. Ya, sebuah lilin. Kamu ingat? Ada satu moment disaat aku berada digelapnya malam dan kamu datang membawa sebuah lilin. Kamu bilang "jangan biarkan apinya mati ya :)" Lalu kamu berlalu, sekalipun aku menahan langkahmu tapi kamu memang tak bisa berlama-lama ditempatku. Itu memang hanya sebuah moment. Tapi nyata dalam cerita kita. Kamu, cahayaku, kini berlalu. Sekuat apapun aku mencoba menahanmu, tapi kamu tetap harus pergi. Sekalipun kamu tidak menginginkannya. Bagaimana bisa aku membiarkan api pada lilin itu tetap menyala? Sedangkan air mata tak kunjung henti ketika aku berada dikegelapan, sendiri. Aku berharap kamu kembali. Membawa cahaya itu lagi. Menerangi langkah ini lagi. Sulit memang. Tapi aku percaya, jika perasaan yang kita mili...

Sedikit Tentang Guru

Guru? Sebenernya gak pernah terlintas di benak gue untuk jadi guru. Entah malaikat mana yang bikin gue nyasar pada jurusan Pendidikan di bangku kuliah ini. Gue, Irfa' Faoziyah, mahasiswi semester lima di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta ini memang belum punya ilmu yang cukup untuk menjadi seorang guru. Terlebih lagi dengan subject yang gue ambil yaitu Bahasa Inggris. Sampe sekarang gue masih ragu dengan skill berbahasa gue. Satu hal yang gue dapet di kampus adalah "Jadi anak bahasa itu ga gampang". Gue bukan tipe orang yang dengan mudah bergaul dengan orang baru, mungkin kalo kata anak gaul gue itu introvert. Tapi dengan kata lain gue ga pernah berhenti mencoba untuk melakukan hal itu. Belajar dari sekitar itu penting, tapi bukan plagiat ya? :) Selain introvert gue juga bukan orang yang rajin baca buku, bahkan novel. Bisa dibilang terakhir gue aktif baca novel itu saat gue di bangku SMP. So, bagi kalian yang suka baca pasti tau kan gimana stucknya ...

Untuk seseorang..

Untuk orang yang namanya selalu ada dalam setiap doaku. Aku selalu berharap Allah akan menyatukan kita dalam ikatan yang syah dan hakiki. Tapi ketika nantinya takdir Allah berkata lain aku tak kuasa melakukan apapun. Karena aku yakin semua rencana yang Allah beri untukmu memang yang terbaik untukmu. Melihatmu bahagia dalam pilihanmu yang direstui Allah itu cukup mebahagiakan juga bagiku. Kamu tak perlu tau sisi pait dan buruknya aku tanpamu. Kamu cukup tau bahwa aku akan selalu ikut tersenyum untukmu saat kamu tersenyum, walau bukan untukku. Kamu tak perlu mengkhawatirkanku, kamu lebih perlu mengkhawatirkan dirimu. Saat kamu ingin pergi dan beranjak, lakukanlah! Raih semua hal yang mungkin pernah kamu lewati, dan sekarang kamu ingin meraihnya kembali. Untuk orang yang selalu membangunkan tidur malamku untuk berdoa kepadaNya. Disepinya malam yang gelap itu cukup menyeramkan untuk seorang penakut sepertiku. Tapi rasa takutku tak sebesar rasa sayangku kepadamu. ...