Cahaya
Cahaya. Satu kata yang bisa aku rasakan ketika kamu berada disisiku.
Sulit digambarkan tapi aku tau kamu nyata menerangi setiap sudut hatiku.
Ketika aku sadar semua terasa redup kamu selalu ada seperti sebuah lilin didalam kegelapan.
Ya, sebuah lilin. Kamu ingat? Ada satu moment disaat aku berada digelapnya malam dan kamu datang membawa sebuah lilin. Kamu bilang "jangan biarkan apinya mati ya :)"
Lalu kamu berlalu, sekalipun aku menahan langkahmu tapi kamu memang tak bisa berlama-lama ditempatku.
Itu memang hanya sebuah moment. Tapi nyata dalam cerita kita.
Kamu, cahayaku, kini berlalu.
Sekuat apapun aku mencoba menahanmu, tapi kamu tetap harus pergi. Sekalipun kamu tidak menginginkannya.
Bagaimana bisa aku membiarkan api pada lilin itu tetap menyala?
Sedangkan air mata tak kunjung henti ketika aku berada dikegelapan, sendiri.
Aku berharap kamu kembali. Membawa cahaya itu lagi.
Menerangi langkah ini lagi. Sulit memang. Tapi aku percaya, jika perasaan yang kita miliki sama, kita akan kembali bersatu. Walau tidak mungkin.
Tapi aku tetap terus percaya.
Comments