Sedikit Tentang Guru

Guru?
Sebenernya gak pernah terlintas di benak gue untuk jadi guru.
Entah malaikat mana yang bikin gue nyasar pada jurusan Pendidikan di bangku kuliah ini.
Gue, Irfa' Faoziyah, mahasiswi semester lima di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta ini memang belum punya ilmu yang cukup untuk menjadi seorang guru. Terlebih lagi dengan subject yang gue ambil yaitu Bahasa Inggris.
Sampe sekarang gue masih ragu dengan skill berbahasa gue. Satu hal yang gue dapet di kampus adalah "Jadi anak bahasa itu ga gampang". Gue bukan tipe orang yang dengan mudah bergaul dengan orang baru, mungkin kalo kata anak gaul gue itu introvert. Tapi dengan kata lain gue ga pernah berhenti mencoba untuk melakukan hal itu. Belajar dari sekitar itu penting, tapi bukan plagiat ya? :)
Selain introvert gue juga bukan orang yang rajin baca buku, bahkan novel. Bisa dibilang terakhir gue aktif baca novel itu saat gue di bangku SMP. So, bagi kalian yang suka baca pasti tau kan gimana stucknya otak seseorang ketika dia udah berhenti menggeluti dunia membaca. Tapi anehnya gue tipe orang yang suka iri ketika ngeliat orang yang punya wawasan luas. :')
Masalah lain, seorang guru itu biasanya harus sabar kan? Hmm gue rasa gue orang yang cukup sabar dalam menghadapi gemelut dunia ini (duile bahasanya) tapi ketika ditanya bisa sabar gak ketika harus ngedepin puluhan anak yang berisik dikelas dan ga bisa diatur? Dan gue masih meragukan hal itu.
Beberapa hari kemarin gue sempet ngobrol sama salah satu temen kampus gue, dia udah menjadi seorang pengajar dan pendidik disalah satu sekolah dasar dan sekolah kejuruan.
Beberapa hal yang bisa gue simpulin dari percakapan kemarin yaitu, masalah utama seorang guru baru itu bukan terletak dari seberapa besar ilmu yang dimiliki, tapi seberapa mampu seorang guru menghandle kelas. Karena sebenernya hal yang paling sulit dari seorang guru adalah menghandle kelas, terlebih untuk seorang introvert kaya gue.
Temen gue itu bilang awal dia ngajar itu dia dikasih kesempatan buat ngajar kelas satu SD, Awalnya gue mikir "pasti gampang deh ngajar kelas satu, mereka kan masih anak-anak, kalopun bandel juga belum seberapa dibanding kelas lima atau enam".
Tapi ternyata sebelum gue sempet ngutarain yang ada diotak gue, temen gue itu lebih dulu bilang "Lo tau ga? gue waktu awal ngajar kelas satu itu semua orang tua murid ada dijendela ngeliatin anak mereka, otomatis secara ga langsung mereka juga ngeliat cara ngajar gue kan?"
Oke, gue dapet jawaban. Semua grade pendidikan terdapat tingkat kesulitan masing-masing.
Ngajar kelas satu SD gue fikir gampang, ternyata bukan cuma peserta didik yang ada dihadapan kita tapi orang tua peserta didik. Mungkin mereka ga terlalu merhatiin apa yang kita ajarkan ke anak mereka, Tapi satu kesalahan yang kita lakuin itu mungkin bisa aja jadi bahan pertimbangan dirapat orang tua wali murid nantinya bukan?
Kita sebagai pendidik/calon pendidik mau ga mau harus banyak belajar tentang cara menghandle kelas. Khususnya buat orang seperti gue, mungkin peningkatan kepercayaan diri itu penting buat bisa berinteraksi dengan baik di kelas.
But, it's not a fear but it's a challenge to be a good teacher. Keep tryin'!



Comments

Popular posts from this blog

Love In Paris

France, So I'm Fall in Love

​Andai Allah bisa Cemburu