Posts

Showing posts from 2015

Proposal was Done

Image
Proposal was Done! Yap. Itu satu judul yang pantas buat tulisan gue hari ini. Bersyukur itu penting – tapi bukan berarti cepet puas dengan apa yang udah kita dapet. Dengan adanya tulisan hari ini bukan berarti gue puas dengan apa yang gue capai hari ini, hanya lebih ke – semoga suatu saat gue masih inget moment rasanya bikin proposal skripsi. Fokus sama tulisan yang ditengah. Judul Proposal. Tulisan itu gue bikin beberapa bulan yang lalu, tepatnya diawal semester 7, saat gue sadar di semester ada seminar proposal. Gue akui, gue adalah mahasiswa semester akhir yang masih buta dengan tugas akhir. Jadi semprop bagi gue cukup bikin was-was. Dan tulisan itu sengaja gue bikin supaya gue inget akan kewajiban dan tugas gue sebagai mahasiswa semester akhir. Tulisan itu bukan cuma gue pajang di mading kamar aja, tapi hampir disetiap sudut – di pintu kamar, di pintu lemari baju dan bahkan di samping stop kontak (supaya kalo gue mau ngecharge hape gue baca tulisan itu dan kerjain propo...

Friends are Supposed To Do...

Image
“You can count on me like one two three and I’ll be there, And I know when I need it I can count on you like four three two You’ll be there, cause that;s what friends are supposed to do” Count on You. Lirik lagu Bruno Mars yang satu itu memang cocok banget untuk mengartikan sebuah pertemanan – lebih tepatnya persahabatan-. Sahabat itu bukan orang yang harus selalu ada dalam keadaaan apapun. Tapi sahabat itu mereka yang ada diwaktu yang tepat. Percuma dong kalo selalu ada tapi waktunya ga tepat? Gue bukan tipikal orang yang bisa dijadikan sahabat yang baik, tapi entah kenapa mereka selalu menganggap gue bagian dari kata sahabat mereka. .Yap. Inilah penampakan mereka yang menganggap gue sahabat dalam hidupnya. Bersyukur, pasti dong! Mereka itu keluarga kedua buat gue. Keluarga yang Allah pertemukan dengan baik. Yang menyempurnakan separuh hidup gue *aish macem jodoh aja yak* Tapi serius, kalo nggak ada mereka mungkin hidup gue bakalan hambar banget. Pasti isinya cuma rutin...

Aku

Pernahkah kamu merasa sangat mencintai seseorang tapi kenyataannya kamu tidak bisa memilikinya seutuhnya? Jika pernah, kamu pasti tau betapa menyakitkannya perasaan itu. Perasaan yang jika kamu mencoba membunuhnya hanya akan membuat semua mimpimu pudar secara perlahan. Perasaan yang jika diikuti alurnya hanya akan membuat kamu di lingkari perasaan bersalah pada setiap detik hidupmu. Berlebihan. Tapi jika kamu pernah merasakannya, itu sama sekali tak berlebihan. Aku, hanya seorang wanita biasa yang mencintai seorang lelaki sejak aku duduk dibangku sekolah menengah. Bagiku, kehadirannya selalu memberi kehangatan tersendiri dalam hidupku. Hidupku memang penuh cinta; keluarga, teman, sahabat; mereka semua mencintaiku begitu tulus. Tapi bagiku, semua belum lengkap tanpa seseorang spesial yang menetap dihati. Sampai akhirnya ia datang, sempurna duniaku. Rasanya itu yang aku rasakan ketika aku masih duduk dibangku sekolah. Sempurna. Kata itu tak pernah berlebihan bagiku. Sampai ak...

Flowers are flowers

Image
ifaoziyah.photo Bunga... Sesuatu yang selalu identik dengan keindahan, biasanya digambarkan dengan keadaan jatuh cinta. Aku selalu jatuh cinta ketika melihat indahnya bunga. Ya, terutama bunga yang bernuansa putih seperti ini. Ketika berbicara tentang sesuatu yang bernuansa putih, itu mengingatkanku pada seseorang. Seseorang yang pernah memiliki impian untuk bersanding dengan orang yang ia cinta, dengan nuansa putih disekililingnya. Seseorang itu pernah mengatakannya padaku, dan berharap bahwa yang ada disampingnya adalah aku. Impian yang begitu indah bagiku dan aku mengaminkan setiap ucapannya.  Kita biasa menyebutnya dengan sebutan, Our dream is White Theme. Are you remember that white theme?

Ayah

Dear ayah, Ajari aku caranya mencintaimu dalam setiap kesibukanku, seperti engkau mencintaiku disetiap kesibukanmu. Ajari aku untuk selalu mengerti lelahnya dirimu, seperti engkau yang selalu mendengarkan keluh kesahku di setiap lelahmu. Ajari aku menjadi lebih kuat ketika aku merindukanmu, seperti engkau yang selalu merindukanku tanpa air mata. Ajari aku caranya memahami beratnya waktu yang telah kau lalui agar aku bisa menjadi orang yang selalu kuat tanpa mengeluh. Dear ayah, Aku mungkin tidak akan bisa mencintaimu sesabar engkau mencintaiku. Tapi ijinkan aku untuk selalu berusaha menjadi yang terbaik untukmu, walau aku tau bahwa itu sulit. Dear ayah, Terimakasih menjadi contoh yang luar biasa hebat dalam hidupku. Terimakasih untuk cinta yang luar biasa. Dear ayah, Ingatkan aku ketika aku salah. Jangan mengabaikan kesalahanku, bahkan mengabaikanku. Karena aku masih dan selalu membutuhkan engkau untuk menuntunku. Dan Dear Ayah, Just stay with me. If I had a w...

Melepaskanmu

Terkadang, kita harus berjuang sendiri walaupun untuk tujuan bersama. Bukan hal yang mudah untuk melangkah sendiri. Tapi, ketika kamu sudah tidak memiliki pilihan, maka itulah satu-satunya jalan yang harus kamu ambil. Melepaskan semua mimpi yang pernah dan hampir terwujud itu bukan perkara yang mudah. Tapi, untuk apa dilanjutkan ketika kamu sudah sadar dan tidak lagi berada dalam mimpi? Kenyataan memang tak pernah seindah mimpi, tapi kenyataanlah yang membuatmu mampu melewati semuanya. Percayalah!

Agustus Terbahagia!

Dear Cahaya! Terima kasih telah menampakan sinarmu kembali direlung haiku. Menjadi bagian terindah terutama untuk saat ini. Aku bahkan sudah tidak bisa berkata-kata lagi. Yang aku tahu, aku bahagia, sungguh bahagia mendapatkanmu dalam hidupku. Tuhaaaaan, mengapa cahaya begitu indah jika ia tidak bisa aku gapai? Kamu tahu ? Bagiku ini adalah agustus terindah. Dan mungkin akan menjadi agustus paling indah disepanjang hidupku! Aaaaargh! Rasanya aku ingin berlari memelukmu!! Mengucapkan ribuan terimakasih untuk dirimu! Terimakasih untuk bagian terindah yang kamu ciptakan yang tak pernah terbayangkan olehku. Sepenuhnya aku menjadi wanita yang paling bahagia. Pernah, masih dan selalu kamu cintai dalam hatimu. :') Wanita yang selalu kamu hadirkan dalam langkahmu. Ah, terima kasih tidak pernah cukup :'))

Cintai Seluruh Hidupnya

Cinta. Kata yang begitu sederhana, namun maknanya tak terhingga. Ketika kamu mulai merasakan cinta pada seseorang, kamu sudah pasti menginginkannya untuk kamu miliki. Menjadikannya satu-satunya hal terindah dan teristimewa untuk kamu dapatkan. Menuntutnya untuk juga mencintaimu. Cinta selalu istimewa, apapun bentuknya. Jika kamu bisa menjaga keindahannya. Cinta tak pernah melukai, apapun alasannya. Cinta yang sesungguhnya bukanlah cinta yang harus selalu bersamanya. Namun, cinta yang sesungguhnya adalah cinta yang mampu menerima apapun tentangnya, baik ataupun buruknya. Cinta yang mampu menerima apapun keadaannya, apapun keluarganya, apapun lingkungannya, dan apapun statusnya. Karena cinta tidak pernah egois, yang hanya mementingkan satu objek untuk dimiliki tanpa memikirkan sekitarnya. Jika kamu berani mengambil resiko untuk mencintainya. Maka beranilah untuk mencintai seluruh hidupnya. Mencintai keadaannya, mencintai keluarganya dan mencintai senyumnya yang tak mampu ka...

Tahu Diri

"Dan upaya ku tahu diri, tak s'lamanya berhasil apabila kau muncul terus begini, tanpa pernah kita bisa bersama...pergilah... menghilang sajalah lagi..." Dan diiringi lagu Tahu Diri by Maudy Ayunda, rasanya lengkap sekali kerinduan ini membunuhku. Seperti malam-malam sebelumnya, perasaan ini terus menggangguku. Dan malam ini mungkin menjadi puncak dari segala perasaan itu.  Bukan hal yang mudah untuk melepaskan seseorang yang sungguh kita sayang sekalipun itu demi kebahagiaannya. Sulit. Dan tak akan pernah menjadi mudah.  Aku selalu berandai, berandai suatu saat nanti aku bisa bersamanya, dan diwaktu yang bersamaan juga aku berandai aku dapat melupakannya. Dua keinginan yang bertolak belakang. Aku bahkan sekarang tidak bisa menggunakan logikaku untuk perasaan ini. Karena bahkan orang yang pernah mengatakan padaku bahwa hati dan logika harus seimbang-pun kini tak menggunakan keduanya untuk situasi ini. Rasanya aku ingin menghilang, ribuan kali aku berkata ba...

Tersenyum

I love the way you smile! Kalimat yang sangat tepat menggambarkan perasaan hatiku saat ini. Pernahkah kamu merasa bahagia ketika melihat seseorang bahagia? Tentu pernah! Itulah yang aku rasakan sekarang, naif atau tidak, tapi aku bahagia melihatnya kini bahagia bersama orang lain. Cukup lama aku berjuang membunuh rasaku untuk melihatnya bahagia bersama orang lain. Dan akhirnya hari ini semuanya tidak sia-sia. Aku tidak mengatakan semuanya karena aku, ketika ia mulai mencintai seseorang kembali. Semuanya memang karena waktu, waktu yang menumbuhkan kembali cinta diantara mereka. Dan waktu yang menjadikanku kuat bukan berpura-pura kuat. Lega, itu yang aku rasakan sekarang. Melepaskan seseorang yang kita cinta itu bukan hal yang mudah. Tidak akan pernah mudah. Tapi ketika kita melihat kepada mata seseorang yang kita cinta, dan mata itu seolah mengatakan bahwa "aku sudah bahagia bersamanya, terimakasih untuk dengan ikhlas melepaskanku". Sesungguhnya rasa bahagia itu m...

Rasa

Rasa ini hadir ketika aku kehilangan arah untuk melangkah. Rasa ini hadir saat hati berselimut kabut hitam yang pekat. Rasa ini hadir saat mata tak dapat melihat indahnya kehidupan. Entah kamu percaya atau tidak, tapi rasa ini hadir ketika aku melihatmu untuk pertama kali. Aku bahkan tidak mengerti mengapa rasa ini hadir begitu cepat. Tapi yang aku tau, untuk pertama kalinya aku berharap, rasa ini akan terbalaskan dengan senyuman indah yang akan slalu kau berikan untukku nantinya :) Dan semoga harapan indah ini, tak sekedar dalam khayalku :) Tetaplah disana. Biarkan Allah yang mempertemukan kita lagi.

Hujan

Hujan mengantarkan aku pada sebuah rindu.. Rindu memandangmu dari kejauhan. Melihatmu tersenyum walau untuk pertama kalinya. Perasaan yang tumbuh dengan sendirinya. Aku mengenalmu dalam sebuah pertemuan. Melihatmu tersenyum saat berbincang denganku. Senyum itu tak pernah lepas dari benakku. Indah. Itu yang aku rasakan saat mengingatnya. Hujan, Sampaikan salamku hanya untuknya. Walau bahkan aku tak yakin ia mengingatku dengan pertemuan singkat itu. Hujan... Aku selalu bahagia ketika kau datang.. Sama seperti ketika ia ada disampingku. Hujan... Aku tau bahwa kau salah satu waktu terbaik untuk berdoa. Karena ketika kau datang Allah mengabulkan setiap doa hambanya. Maka izinkan aku berdoa untuk bahagia bersamanya :)

Hujan

Image
Hujan mengantarkan aku pada sebuah rindu.. Rindu memandangmu dari kejauhan. Melihatmu tersenyum walau untuk pertama kalinya. Perasaan yang tumbuh dengan sendirinya. Aku mengenalmu dalam sebuah pertemuan. Melihatmu tersenyum saat berbincang denganku. Senyum itu tak pernah lepas dari benakku. Indah. Itu yang aku rasakan saat mengingatnya. Hujan, Sampaikan salamku hanya untuknya. Walau bahkan aku tak yakin ia mengingatku dengan pertemuan singkat itu. Hujan… Aku selalu bahagia ketika kau datang.. Sama seperti ketika ia ada disampingku. Hujan… Aku tau bahwa kau salah satu waktu terbaik untuk berdoa. Karena ketika kau datang Allah mengabulkan setiap doa hambanya. Maka izinkan aku berdoa untuk bahagia bersamanya 

Damn. This feel killing me slowly.

Entah pada siapa aku harus mengadu? Ketika aku sudah tidak mengerti lagi apa yang ada dibenakku. Mungkin mereka berfikir bahwa aku gila. Menangis karena satu alasan. Lagi. Dan lagi. Aku tau aku gila. Aku gila karena aku begitu mencintainya. Aku tau aku sudah memaksakan diriku tenggelam dalam kesibukan. Tapi mengapa selalu ada celah untuk rindu itu menusuk sebegitu dalamnya? Aku tau sudah berapa kali aku menikam hatiku hanya karena seseorang itu. Aku tau ini begitu menyakitkan. Teriak? Bahkan itu juga tidak cukup untuk melepaskan semua rasa ini. Aku tau ini menyakitkan, hanya satu pihak yang tenggelam dan tersiksa dalam rindu yang dalam. Sedangkan pihak lain mungkin merasakan rindu tanpa memperdulikannya. Entah sepertinya aku masih sulit untuk tidak merasa cemburu ketika melihatmu bersamanya. Maaf. Tapi aku tidak bisa mengendalikannya. Aku tak pernah menginginkan rasa ini ada. Ia tumbuh dengan sendirinya. Berkembang dan menetap. Bagaimana bisa aku mengusirnya? Bahkan ke...

Cinta

Rasanya aku lelah. Berkutat dengan problematika cinta yang tak kunjung usai. Ingin terlepas. Lari. Dan mengaduh. Tuhan... angkat aku dari suasana ini. Bangunkan aku ditempat yang telah Engkau pilihkan untukku....

Hujan

Hujan. Aku selalu jatuh cinta dengan anugerah Tuhan yang satu ini. Terlepas dari permasalahan banjir dan bencana lain yang disebabkan olehnya. Bagiku hujan selalu memberiku keteduhan. Di tengah kesibukan yang terkadang membuat jenuh. Hujan seperti memberikan waktu luang untuk berhenti. Merenung. Out of box. Keluar dari segala kesibukan yang biasa menyita waktu dan energi. Merenung. Memikirkan apa saja yang telah dilewati. Merenung. Memikirkan apa saja yang telah dicapai. Merenung. Menyadarkan apakah sudah bersyukur atas segala yang telah lalu? Nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang kamu dustakan? Hujan. Nikmat Tuhan yang mengingatkan aku kepada nikmat lainnya. Hujan. Juga salah satu waktu yang baik untuk berdoa. Berdoalah. Semoga Allah mengabulkannya...

Berharaplah pada yang Benar!

Aku bersiap berangkat untuk interview dengan harapan yang penuh dan yakin. Beberapa hari yang lalu, sebuah bank swasta terkenal menginformasikan melalui email bahwa aku diundang untuk interview. Lokasinya cukup jauh dari rumahku sebenarnya, tapi karena aku sudah beberapa kali kedaerah sana bagiku itu cukup dekat. Satu setengah jam perjalanan aku melintasi jalanan ibu kota yang penuh dengan polusi dan kendaraan yang tumpah ruah, dengan motor matic-ku. Disepanjang perjalanan aku berdoa dengan penuh harapan, berharap Allah akan meridhoi perjalananku dan memudahkan proses interview dan seleksi untuk menjadi bagian dalam salah satu Bank swasta terkenal itu. Ternyata jalanan ibukota pada hari senin itu lebih padat dari yang aku banyangkan. Interview dimulai jam 8 pagi ini. Aku sengaja berangkat lebih pagi dari rumah supaya jika ada hal yang tidak diharapkan terjadi -ban bocor misalnya- aku bisa mengatasinya dan tetap tepat waktu sampai dilokasi. Kurang lebih lima belas menit lagi aku sam...

Damn I Love You

Tidak pernah terpikirkan olehku sebelumnya aku akan begitu sangat mencintainya.. Bagaimana mungkin aku mencintai orang seperti itu... Orang yang ketika aku mengatakan "tidak bisa" tidak dengan sigap memberi bantuan. Hanya melihatku dan mengamati. Orang yang ketika aku mengatakan "aku tersesat" tidak pernah merasa panik sedikitpun. Hanya mengatakan "coba tanya orang disekitar situ". Orang yang ketika aku mengalami masa sulit namun tidak memberikan support melainkan berkata "salah siapa? Kemarin dibilanginnya ngeyel sih". Orang yang ketika aku belajar menggunakan make up dan orang lain berkata "cantik" namun dia berkata "alisnya ketebelan, aku ga suka". Orang yang ketika aku mengatakan "aku mau jadi penulis" tidak dengan segera merespon baik tapi justru mengatakan, "penulis? Tukang khayal?". Orang yang ketika aku menanyakan pendapat, bukan memberikan saran melainkan berkata "hidup kamu itu kamu ya...

Cahaya kembali bersinar.

Pagi itu, aku berniat pergi kesuatu tempat mengunjungi temanku di daerah jakarta utara, tapi sepertinya langit tidak mengizinkanku untuk beranjak dari rumah. Hujan turun begitu deras. Pukul 1.40pm, tiba-tiba ponselku berdering. Dering yang tidak biasanya. Karena dering itu hanya aku set untuk satu orang tertentu. Aku cukup tersentak mendengarnya. Ini adalah hari ke enam belas aku tidak mendengar dering seperti itu. Setelah aku memilih untuk menghilang dan iapun menghilang. Satu pesan masuk diponselku. Nama yang tertera pada ponselku sangat tidak asing. Orang yang selalu aku rindukan dalam setiap detikku. Ya, orang itu mengatakan bahwa dia sedang berada disuatu tempat yang cukup dekat dengan rumahku. Walaupun harus menempuh jarak 1jam perjalanan. Pesan yang awalnya aku tidak ingin membalasnya, tapi ternyata hati tidak dapat menolak. Seolah menyabotase sistem otak dan memerintah untuk membalas pesan itu. Dan saat itu obrolan singkat terjadi. Dia mengatakan bahwa dia ingin aku kesana ...