Terus Belajar menjadi Muslimah

Apa sih kesan pertama yang terlintas ketika mendengar kata Muslimah?
Apakah seorang perempuan yang berhijab saja sudah cukup untuk bisa di katakan sebagai Muslimah?
Rasanya di jaman sekarang seorang yang berhijab saja tidak cukup untuk dikatakan seorang muslimah. Karena banyak diantaranya yang sudah berhijab namun masih melupakan syariat-syariat dalam beragama Islam, termasuk gue. Gue berhijab tapi masih tebang pilih dalam menjalankan perintahNya, masih pacaran (yang jelas banget larangannya), masih suka nunda-nunda perintahNya, masih belum sempurna berhijabnya, masih suka dengki dan punya penyakit hati sama orang-orang yang menurut gue tidak menyenangkan.
Padahal muslimah itu bukan hanya sekedar berhijab, tapi  yang juga baik akhlaknya, yang tetap menjauhkan larangan Allah seindah apapun itu, yang tetap menjalankan perintah Allah sesulit apapun rintangannya, yang dimana ia berpijak ia mampu menebar kebaikan buat sesama, yang hatinya selalu menentramkan, yang tutur katanya baik dan yang jauh dari ghibah.
Gue sendiri masih jauh dari uraian-uraian itu. Jauh bangeet. Malah terkadang malu ketika banyak orang berpendapat gue sudah cukup baik, padahal sebenarnya Allah sedang sangat baik menutupi aib dan keburukan gue.
Gue saat ini ya hanya seorang yang lagi belajar tentang agamanya. Bisa dikatakan proses hijrah atau mungkin belum sepenuhnya hijrah. Gue hanya seorang yang lagi belajar dari hal-hal kecil dari agama gue, yang mana gue berharap hal-hal kecil itu kelak mampu menolong gue di hadapan Allah.
Hal-hal kecil yang sangat amat sepele tapi sering terlupakan. Gue yang sebenarnya masih terbata-bata dalam mentadaburi kitabNya sedang berusaha untuk setidaknya tidak ada satu hari yang terlewat tanpa membacanya walau hanya satu ayat sekalipun. Dan gue yang selalu berpikir apakah satu ayat cukup untuk membalas segala yang udah Allah kasih walau hanya di hari ini? Apalagi untuk dua puluh empat tahun yang udah Allah berikan?
Atau hal-hal kecil sekedar melaksanakan lima kewajiban gue diwaktu yang tepat walau godaan dan halangannya selalu ada. Tapi setidaknya walau terkadang ga bisa tepat waktu, setidaknya gue tau bahwa kegelisahan menghampiri ketika belum melaksankannya. Bayang-bayang akan 'berpulang' seolah menghantui sampai akhirnya melaksanakan kewajiban. Nauzubillah kalau berpulang dalam keadaan belum melaksanakannya.
Atau hal-hal kecil seperti mendoakan orang yang gue temui dijalan yang menurut gue perlu didoakan atas kondisinya. Yang gue yakini bahwa ketika kita mendoakan orang lain, malaikat akan ikut mendoakan kebaikan kita. Apa lagi yang gue harapkan selain belas kasih dariNya, apalagi melalui doa malaikat-malaikatnya.
Atau hal-hal kecil seperti memblokir akun-akun gosip agar terhindar dari dosa ghibah? Atau hal-hal kecil seperti tidak memakan makanan dan minuman sambil berdiri. Atau mungkin hal-hal kecil dengan mengganti nyanyian menjadi murotal kitabnya? Apa kelak hal sepele ini bisa menolong gue? Wallahua'lam tapi gue percaya apapun yang dilakukan di dunianya Allah yang hanya tempat singgah ini semua dimintai pertanggung jawabannya kelak.
Hal jazaa ul ihsani illal ihsan.. Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula.
Tapi justru yang sangat gue takutkan adalah ketika dalam kebaikan gue melakukan hal-hal kecil, tapi justru dalam keburukan hal-hal besar yang gue lakuin. Nauzubillahi min dzalik..
Gue pernah baca salah satu postingan dai muda tentang pentingnya mendoakan diri sendiri. Ada sayyidul istigfar yang menyuruh kita berlindung dari diri kita sendiri saking tak luputnya kita dari berbuat jelek.
Rasanya hina sekali ketika orang lain melihat kebaikan dalam diri kita, tapi justru yang nampak dihadapan Allah keburukan kita. Astagfirullah. Semoga Allah hindarkan kita semua dari kehinaan tersebut, semoga Allah selalu limpahkan kepada kita kebaikan. Aamiin.



Comments

Popular posts from this blog

Love In Paris

France, So I'm Fall in Love

​Andai Allah bisa Cemburu