Tentang Ucapan Natal kepada Non- Muslim.

Assalamualaikum readers,
Menurutku, teknologi yang semakin canggih ini ternyata ga mampu membuat orang semakin pintar ya.
Masih banyak orang yang menggunakan teknologi ataupun media hanya untuk provokasi dan memecah belah.
Dipertengahan bulan desember ini, bulan yang mungkin dinanti oleh non-Muslim untuk merayakan hari besar untuk mereka yang percaya.
Tapi yang janggal menurutku, justru disaat ini juga semakin banyak orang yang memcah belah kebersamaan dengan dalih-dalih bawa agama. Apalagi ternyata yang saling ngejatuhin dan saling provokasi justru sesama umat muslim sendiri. Sedih sih. Miris.
Beberapa hari belakangan ini, media Indonesia lagi ramai tentang Fatwa MUI yang mengharamkan Mengucapkan selamat natal ke orang-orang Non Muslim. Banyak pro kontra. Kalau yang kontra adalah non muslim bagiku sih itu hal wajar, mereka yang ga mengerti tentang islam mungkin akan berfikir “kok gitu banget sih islam? Cuma ngucapin aja ga boleh? Itu mah namanya ga toleransi” dan masih banyak lagi. Sekali lagi, bagiku itu wajar, karena mereka ga mengerti tentang Islam.
Nah tapi yang menggelikan adalah justru ada komentar-komentar dari saudara Muslim yang justru malah seolah-olah netral tapi sebenernya menurutku ya ga netral.
Mereka yang justru malah “sok menggurui” MUI, dengan mengatakan “MUI kemana aja? kenapa baru sekarang ngeluarin fatwa haram?”
Loh bagiku bukan salah MUI dong, jelas kok di Rasul melarang mengikuti suatu kaum.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka”.
Dan di alquran pun juga jelas kok, untuk urusan agama itu ya masing-masing. Allah berfirman dalam surat Alkafirun, dengan penegasan di akhir ayat. Di akhir ayat Allah tutup dengan menyatakan,
“Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”.
Jadi harusnya sebagai muslim kitapun sudah paham dengan baik batasan-batasan toleransi ke agama lain. Kalau masih ada muslim yang bilang ucapan selamat natal hanya sebuah ucapan.  Inget loh syahadat juga hanya ucapan,  tapi mampu mengubah orang menjadi agama islam dan mampu meringankan hisab kelak. Atau ijab qobul dipernikahan juga hanya ucapan tapi mampu mengubah status anak jadi seorang istri kepada laki-laki yang direstui Allah. 
Jadi,  kesimpulannya ucapan itu juga doa.  Jangan anggap remeh ya kalau ga mau memberatkan hisab di akhirat nanti. ðŸ™‚
Wassalam.

Comments

Popular posts from this blog

Love In Paris

France, So I'm Fall in Love

​Andai Allah bisa Cemburu