Tentang Aleppo – Turki – Dan Khilafah
Dear Readers,
Beberapa minggu ini, media sosial lagi ramai membicarakan tentang Aleppo. Sedihnya, disaat seperti ini, yang diherankan adalah seolah dunia menutup mata dari apa yang terjadi disana. Terlebih lagi, banyaknya orang-orang yang minim informasi tentang hal ini. Ya, ternyata memang benar ya media lebih banyak berpihak kepada siapa, aku ga lagi bicara tentang media yang ada di Indonesia, tapi media di seluruh dunia.
Aleppo adalah Kota terbesar di Suriah yang kini (dari tahun 2011) mulai di bombardir oleh pemerintahnya sendiri. Aku sebagai masyarakat awam memang ga banyak mengerti apa-apa tentang apa yang sebenarnya terjadi di Suriah sana. Tapi, apapun alasannya menurutku semua yang terjadi di Aleppo itu udah diluar batas kemanusiaan. Manusia-manusia disana sudah tidak ada artinya sama sekali dimata pemerintahannya. Apapun alasannya, entah itu pemberontak atau apapun, menurutku yang terjadi disana itu sudah masuk dalam sebutan Genosida (Pembantaian habis-habisan terhadap suatu suku / ras / agama).
ini beberapa foto yang aku ambil dari internet, bahkan sebenernya lebih banyak foto yang lebih menyedihkan dari ini, tapi aku ga kuat buat simpannya. :”(
Bagaimana mungkin seorang anak kecil yang juga menjadi korban kejahatan orang-orang yang ngebom itu bisa disebut pemberontak? Mereka bahkan belum mengerti apa-apa. Entahlah masih ga habis pikir kenapa manusia bisa berbuat sekeji itu terhadap manusia lain? Bahkan ada sebuah video yang menunjukan seorang anak kecil yang menjalani operasi dikepalanya karena bom tanpa obat bius (karena rumah sakitpun menjadi target pengeboman), dan anak itu menahan sakit sambil membacakan hafalan Qur’annya. Ya Allah….
mereka yang harus kehilangan keluarganya. Anak-anak tak berdosa itu 
Dan, beberapa hari yang lalu juga aku baca artikel tentang pemerintahan Turki yang sigap dan siap membantu saudara-saudara se islam di Aleppo, bahkan Turki mengirimkan ribuan truk untuk mengevakuasi warga Aleppo untuk pindah ke Turki. Turki seolah membuka lebar pintu rumah negaranya untuk warga Aleppo. Masha Allah. Karena seharusnya umat islam memang begitu, membantu, meringankan serta membebaskan saudaranya dalam kesulitan.
Apa rasanya harus meninggalkan tanah air dengan keadaan seperti itu. Ya Allah ga bisa ngebayangin…
Bahkan masih ada warga yang masih terkepung dan belum di evakuasi. Semoga Allah senantiasa menjaga kalian wahai saudara-saudaraku, Allah Maha Melihat Allah Maha Mendengar dan Allah Maha Berkehendak, biar Allah yang balas semua kejahatan-kejahatan yang kalian terima dari mereka, biar Allah yang balas.. :””(( Kami disini hanya mampu mendoakanmu, maaf belum bisa memberikan uluran tangan sampai sana. :”(
Tapi sikap yang diambil pemerintah Turki, terutama keberanian President Turki, Mr. R.T Erdogan, membuat aku tiba-tiba memiliki sedikit harapan memiliki pemimpin yang mampu mengambil keputusan dengan tegas seperti beliau. Aku yakin di Indonesia pun ada pemimpin seperti itu, hanya saja Allah mungkin belum mengizinkan. Dan dari sikap Mr. Erdogan ini, aku juga tiba-tiba ingin mengenang masa-masa sekolah MTs dulu. Dimana saat itu belajar tentang SKI (Sejarah Kebudayaan Islam). Rasanya aku ingin mempelajari lagi tentang zaman kekhalifahaan Khulafaur Rasyidin, Bani Ummayah dan Bani Abassiyah, serta masa-masa kejayaaan islam. Rasanya diri ini sudah sangat rindu dengan seorang pemimpin yang menjunjung tinggi Allah Rasul dan Al-quran sebagai pedomannya. Meskipun, aku memang belum sepenuhnya menjadi muslimah yang sesuai syariatnya, tapi alangkah indahnya ketika masa-masa kekhalifahan itu kembali dimasa sekarang ini.
Ya, ini hanya sebuah tulisan kecil dengan sedikit harapan sih. Tapi semoga menjadi doa yang kelak akan menjadikan negeri ini Baldatun Thoyyibantun Wa robbun Ghofur. Aamin.
entahlah baru pos segini aja belum ada apa-apanya rasanya mau nangis, bahkan foto yang aku lampirkan gada apa-apanya sama foto dan video yang biasa aku lihat ketika orang lain menyebarkan.Semoga Allah memberikan pertolongan untuk orang-orang yang berjuang membela agamaNya. Aamin.
Comments