Berharaplah pada yang Benar!
Aku bersiap berangkat untuk interview dengan harapan yang penuh dan yakin. Beberapa hari yang lalu, sebuah bank swasta terkenal menginformasikan melalui email bahwa aku diundang untuk interview. Lokasinya cukup jauh dari rumahku sebenarnya, tapi karena aku sudah beberapa kali kedaerah sana bagiku itu cukup dekat. Satu setengah jam perjalanan aku melintasi jalanan ibu kota yang penuh dengan polusi dan kendaraan yang tumpah ruah, dengan motor matic-ku. Disepanjang perjalanan aku berdoa dengan penuh harapan, berharap Allah akan meridhoi perjalananku dan memudahkan proses interview dan seleksi untuk menjadi bagian dalam salah satu Bank swasta terkenal itu. Ternyata jalanan ibukota pada hari senin itu lebih padat dari yang aku banyangkan. Interview dimulai jam 8 pagi ini. Aku sengaja berangkat lebih pagi dari rumah supaya jika ada hal yang tidak diharapkan terjadi -ban bocor misalnya- aku bisa mengatasinya dan tetap tepat waktu sampai dilokasi. Kurang lebih lima belas menit lagi aku sam...