Posts

Showing posts from January, 2015

Berharaplah pada yang Benar!

Aku bersiap berangkat untuk interview dengan harapan yang penuh dan yakin. Beberapa hari yang lalu, sebuah bank swasta terkenal menginformasikan melalui email bahwa aku diundang untuk interview. Lokasinya cukup jauh dari rumahku sebenarnya, tapi karena aku sudah beberapa kali kedaerah sana bagiku itu cukup dekat. Satu setengah jam perjalanan aku melintasi jalanan ibu kota yang penuh dengan polusi dan kendaraan yang tumpah ruah, dengan motor matic-ku. Disepanjang perjalanan aku berdoa dengan penuh harapan, berharap Allah akan meridhoi perjalananku dan memudahkan proses interview dan seleksi untuk menjadi bagian dalam salah satu Bank swasta terkenal itu. Ternyata jalanan ibukota pada hari senin itu lebih padat dari yang aku banyangkan. Interview dimulai jam 8 pagi ini. Aku sengaja berangkat lebih pagi dari rumah supaya jika ada hal yang tidak diharapkan terjadi -ban bocor misalnya- aku bisa mengatasinya dan tetap tepat waktu sampai dilokasi. Kurang lebih lima belas menit lagi aku sam...

Damn I Love You

Tidak pernah terpikirkan olehku sebelumnya aku akan begitu sangat mencintainya.. Bagaimana mungkin aku mencintai orang seperti itu... Orang yang ketika aku mengatakan "tidak bisa" tidak dengan sigap memberi bantuan. Hanya melihatku dan mengamati. Orang yang ketika aku mengatakan "aku tersesat" tidak pernah merasa panik sedikitpun. Hanya mengatakan "coba tanya orang disekitar situ". Orang yang ketika aku mengalami masa sulit namun tidak memberikan support melainkan berkata "salah siapa? Kemarin dibilanginnya ngeyel sih". Orang yang ketika aku belajar menggunakan make up dan orang lain berkata "cantik" namun dia berkata "alisnya ketebelan, aku ga suka". Orang yang ketika aku mengatakan "aku mau jadi penulis" tidak dengan segera merespon baik tapi justru mengatakan, "penulis? Tukang khayal?". Orang yang ketika aku menanyakan pendapat, bukan memberikan saran melainkan berkata "hidup kamu itu kamu ya...

Cahaya kembali bersinar.

Pagi itu, aku berniat pergi kesuatu tempat mengunjungi temanku di daerah jakarta utara, tapi sepertinya langit tidak mengizinkanku untuk beranjak dari rumah. Hujan turun begitu deras. Pukul 1.40pm, tiba-tiba ponselku berdering. Dering yang tidak biasanya. Karena dering itu hanya aku set untuk satu orang tertentu. Aku cukup tersentak mendengarnya. Ini adalah hari ke enam belas aku tidak mendengar dering seperti itu. Setelah aku memilih untuk menghilang dan iapun menghilang. Satu pesan masuk diponselku. Nama yang tertera pada ponselku sangat tidak asing. Orang yang selalu aku rindukan dalam setiap detikku. Ya, orang itu mengatakan bahwa dia sedang berada disuatu tempat yang cukup dekat dengan rumahku. Walaupun harus menempuh jarak 1jam perjalanan. Pesan yang awalnya aku tidak ingin membalasnya, tapi ternyata hati tidak dapat menolak. Seolah menyabotase sistem otak dan memerintah untuk membalas pesan itu. Dan saat itu obrolan singkat terjadi. Dia mengatakan bahwa dia ingin aku kesana ...