Being Introvert is Nice (part 2)
Setelah kemarin nulis tentang Being Introvert is Nice part 1 di sini :
Gue ngerasa gue melupakan beberapa point penting disana, dan akhirnya otak gue seolah memaksa diri gue buat nulis lagi part 2 ini.
Being introvert is nice. Yap, buat kalian para introversion yang masih ngerasa harus banget jadi extrovert sepertinya perlu baca sedikit penjelasan ini.
- Jadilah diri kalian apa adanya
Kalau nyatanya sosialiasi atau berada dikeramaian adalah siksaan buat diri kalian, menurut gue pikir-pikir lagi deh niatan kalian buat jadi Ekstrovert. Semakin kalian memaksakan diri kalian, semakin hal itu akan menyiksa diri kalian dan membuat kalian ga bisa menikmati hidup, ga bisa menikmati moment yang kalian lakukan. Jadi coba deh buat ambil waktu kalian beberapa hari buat merasakan yang bener-bener “Me Time”. Merenungi bener-bener diri kalian mau dibawa kemana, tanpa paksaan tanpa tuntutan. Talk to yourself. Itu adalah cara jitu para introvert mendapatkan energi-energi positif. Kalau kalian udah ngerasa damai saat berbicara dengan diri sendiri dari hati. Buat apa lagi memaksakan diri menjadi esktrovert.
2. Menjadi Intorvert berarti tidak banyak bicara
Gue adalah tipe yang bersyukur ketika menyadari gue adalah seorang introvert. Seorang yang ga mudah berkomunikasi secara verbal dan seorang yang ga suka jadi pusat perhatian. Karena nyatanya, banyak kasus yang gue temui ketika mereka yang bebas mengekspresikan sesuatu akan sangat mudah berbicara megenai apapun, mereka mudah mengeluarkan pendapat mereka tentang apapun termasuk tentang sesuatu yang mereka tidak sukai, sifat dan karakter orang lain. Ada sebagian dari mereka yang akan dengan lantang mengatakan hal yang tidak mereka sukai tanpa memikirkan perasaan orang lain.
Nah, bersyukurlah gue sebagai seorang introvert yang pendiam. Meskipun ga menutup kemungkinan dalam diamnya gue bisa melukai orang lain, namun persentasenya cukup kecil dalam pandangan gue. Tapi bukan berarti, semua orang-orang ekstrovert gampang melukai hati dalam pembicaraannya. Banyak dari mereka yang berfikir sebelum berbicara. Dan banyak dari mereka juga yang menjadi inspirasi buat orang-orang yang terlalu menutup diri. Karena nyatanya kita hidup untuk saling melengkapi.
3. Secret is Secret
Seorang introvert ga akan dengan mudah menceritakan masalah-masalah hidupnya ke orang lain. Biasanya, mereka akan memilih orang yang sangat mereka percaya untuk meluapkan segala emosi. Atau bahkan jika tidak ada lagi orang yang bisa ia percaya, ia lebih memilih untuk menutup rapat-rapat dirinya. Ini sebenernya ga bagus juga, karena menurut gue penting banget untuk berdiskusi tentang masalah hidup. Karena beban itu ga bisa lo pendam gitu aja. Alternatif gue, ketika lo udah ga bisa percaya sama orang lain, ada baiknya lo cerita ke Allah. Sang Maha Mendengar dan Pemberi Solusi terbaik.
Dalam hal ini seorang introvert juga bisa disebut sebagai penjaga rahasia yang baik. Jadi, seorang introvert bisa dibilang tipe yang sangat bisa dipercaya untuk menjaga rahasia. Mereka ga akan suka membicarakan hal-hal yang menurutnya hanya akan menghabiskan energi mereka.
4. Introvert = Sendiri = Mandiri
Seorang introvert itu identik dengan sendiri. Energinya dari menyendiri. Karena kesukaannya menyendiri ini, ga sedikit dari mereka akhirnya merasa dituntut untuk mandiri, apa-apa sendiri. Mereka ga jarang kemana-mana sendiri. Kebanyakan dari orang-orang introvert ini cuek, ga peduli meskipun jalan sendirian selagi mereka merasa nyaman ga masalah buat mereka. Karena mereka ga akan suka dengan kerempongan ketika jalan rame-rame dan menunggu. Walaupun sesekali mereka perlu untuk bersosialisasi.
Oke menurut gue part 2 nya sampai sini aja ya..
Gue mau pulang kerumah hahaha byeeee!
Comments