Jogja, I’m Coming!

“Dan Rabbmu berfirman, ‘Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu’.” (Al-Mukmin: 60).
Alhamdulillah.
Satu kata yang seharusnya ga pernah lepas dari lisan ini.
Sebelum cerita tentang perjalanan gue ke Jogja, gue mau sedikit sharing nih.
Jadi di blog ini emang sengaja gue buat Categories “Travelling” dengan harapan akan ada tulisan-tulisan gue kelak tentang travelling.
Tapi dari semenjak categories ini gue buat, belum pernah ada isinya sama sekali kecuali perjalanan gue ke bogor kemarin. Dan gue hampir berfikir untuk menghapus categories ini karena kayanya ga bakal ada isinya, secara gue tipe yang jarang jalan-jalan.
Tapi ternyata Allah berkehendak lain, Allah mempersilahkan gue menikmati keindahan buminya dengan mudah. Allah ngasih gue kesempatan ke Jogja bersama kedua orang tua gue. Allah ngasih gue kesempatan buat ngisi categories ini di blog gue. Alhamdulillah…
Jogja itu salah satu tempat yang pengen gue kunjungi sejak lama. Bahkan, gue berharap kelak setelah gue menikah nanti gue akan bulan madu ke Jogja. Ecieee… Hahaha
Sesederhana itu kok harapan gue 😉 Dan semudah itu Allah ngabulin sebelum menikah ternyata. :)))
Jadi ceritanya kemarin gue berkesempatan ke jalan-jalan bareng kedua orang tua gue, ke Candi Borobudur, Magelang dan Goa Pindul, Jogja. Kita kesana naik bus bareng sama yang lain. Tadinya rencananya akan ke pantai Indrayanti juga, tapi ternyata waktu tidak memungkinkan.
Perjalanan pertama dari Jakarta langsung menuju Jogja, di bumbui dengan sedikit drama dimana ban bus yang gue tumpangi itu pecah ketika memasuki tol Palimanan. Alhasil kita menepi keluar tol dan berhenti untuk nunggu kru bus ganti ban jam 3 pagi. Dan setelah selesai, perjalanan di lanjutkan sampai akhirnya tiba di Candi Borobudur jam 12 siang.
Masya Allah first impressionnya menakjubkan banget buminya Allah..
Gue ga berhenti bersyukur sih bisa sampai disini, Allah izinin kesini, karena ga nyangka banget. Perjalanan memasuki kawasan candinya ternyata cukup jauh, ditambah lagi ke puncak candi harus menaiki puluhan anak tangga. Dipanasnya Magelang gue tetap bersemangat buat sampe puncak candinya.
WhatsApp Image 2017-10-12 at 14.40.56
Dan tetep ga menyianyiakan waktu disana buat foto. Dan selesai foto gue yang justru males sendiri liatnya karena banyak banget hahaha. Jadi gue share kesini gak usah banyak-banyak lah ya, takut orang males juga liatnya Hahaha.
Dan ketika di Candi Borobudur sempat terbesit di benak gue, bahwa konon tempat ini adalah tempat sucinya umat Buddha, dan Allah izinin gue ke sini. Gue yakin akan ada saatnya Allah akan izinin gue juga untuk ke tempat sucinya Ummat Islam, menjadi tamunya Allah. Gue percaya akan itu. Semoga ketika saat itu tiba, gue pun bisa ditemani sama kedua orang tua gue lagi, juga dengan keluarga yang lain. Aamiin.

Setelah puas foto-foto di kawasan candi, akhirnya gue dan ortu bergegas keluar dari kawasan candi. Dan ternyata perjalanan keluar kawasan candi itu panjaaaaaaang bangeeet dan muter-muter ngelewatin penjual oleh-oleh di kawasan candi.
Setelah berhasil keluar dari Candi borobudur kita bergegas menuju penginapan di daerah Gunung Kidul. Niatnya, supaya bisa ke Wisata Gunung Kidul juga, tapi ternyata sudah terlalu sore. Akhirnya langsung menuju penginapan. Sampai penginapan gue ga sempet foto karena udah malem. Kita harus istirahat karena rencananya besok paginya kita akan ke Goa Pindul dan segera pulang.
Dan pagi harinya kita akhirnya menuju Goa Pindul. Wah menurut gue tempat ini Masya Allah sekaliiii. Gue baru sadar betapa Allah sempurna sekali menciptakan bumi ini, bahkan di dalam Goa pun masih ada kehidupan. Kelalawar bergerombol di goa berkembang biak dan mendapatkan makanan dengan caranya sendiri, bahkan ada bebatuan aktif yang mengeluarkan air. Masya Allah. Sesempurna itu Allah ngatur kehidupan. Gue sadar ketika disini. Ini cuma hal kecil yang Allah lihatkan ke gue, mungkin di luar sana masih banyaaaaaak banget hal luar biasa yang ga bisa di tangkap nalar manusia.

Gue ga bisa banyak berkata-kata tapi dari sini gue sadar bahwa Allah itu Maha Sibuk tapi juga Maha Mengabulkan doa hambanya. Bumi yang seluas ini di atur sedemikian rupa tapi Allah masih mendengar doa-doa hambaNya walau tak terucap. Walau dalam angan, seperti doa gue menuju Jogja ini.
Semoga Allah berikan gue kesempatan lagi untuk mengunjungi surga dunianya di belahan bumi lainnya, tanpa melupakan ibadah menuju surga akhiratnya. ( walaupun masih jauh dari kata pantas 😦 )
Sekian tulisan ini, doakan semoga akan ada tulisan travelling lainnya. Aamiin.

Comments

Popular posts from this blog

Love In Paris

France, So I'm Fall in Love

​Andai Allah bisa Cemburu