Being Introvert is Nice!

Ekstrovert or Introvert?
Banyak orang beranggapan bahwa menjadi seorang Ekstrovert itu lebih menyenangkan dibandingkan menjadi seorang Introvert.
Dulu ketika gue masih duduk di bangku sekolah gue juga berpikir demikian, gue yang sejatinya seorang Introvert ini selalu memiliki kesulitan dalam berkomunikasi di lingkungan sosial. Dan gue selalu merasa terbebani ketika melihat temen-temen gue yang memiliki kepribadian Ekstrovert itu memiliki nilai plus saat bersosialisasi.
Alhasil rasa terbebani gue pada masa itu membuat gue malu mengakui bahwa gue adalah seorang Introvert dan lantas membuat gue mengucilkan diri sendiri karena ketidakmampuan gue bersosialisasi. Ada masanya ketika gue mencoba menjadi seorang yang Ekstrovert namun tetap saja gagal. Hal itu membuat gue merasa semakin jauh dari diri sendiri. Dan membuat gue justru semakin kehilangan kepercayaan diri. Sampai akhirnya gue merasa gue memang sejatinya dilahirkan sebagai seorang Introvert. Dan gue berhenti mencoba menjadi seorang Ekstrovert.
Gue mencoba menjalani hidup sebagai seorang Introvert, gue jadi semakin senang menyendiri, gue yang pergi kemana-mana sendiri. Dan ternyata memang disaat itulah gue menemukan kebebasan. Semakin gue mampu mengerjakan segalanya sendiri gue semakin merasa hidup, gue semakin merasa menemukan diri gue – dan ga perlu menjadi orang lain.
Dan dari situ gue sadar, ternyata semenyenangkan itu rasanya menjadi seorang introvert. Seorang Introvert justru lebih banyak memiliki waktu untuk dirinya sendiri dengan kepribadiannya yang tertutup. Jika mereka memanfaatkan situasi tersebut dengan baik sebagai evaluasi diri dan hidup, maka mereka akan mampu memperbaiki hubungan sosial dengan lingkungannya dengan caranya sendiri. Dan ketika gue sudah menemukan diri gue, gue merasa gue juga mulai menemukan caranya bersosialiasi sebagai seorang Introvert.
Seorang introvert memang tidak mudah bersosialisai tapi bukan berarti mereka tidak mampu bersosialisasi. Seorang Introvert akan mampu menjadi seorang yang talkactive apabila  ia paham lingkungan apa yang sedang ia hadapi, dan pemahaman itu terkadang justru didapatkan dari menyendiri.
Jadi  menurut gue, ga perlu malu mengakui bahwa diri lo adalah seorang Introvert, ga perlu merasa terasingkan di lingkungan sosial hanya karena keterbatasan berkomunikasi. Sejatinya seorang introvert tetap memiliki gagasan-gagasan dikepalanya yang bisa ia utarakan dalam bersosialiasi. Namun memang hal pertama yang harus dilakukan seorang introvert itu, mencintai diri sendiri, sebelum ia memasuki lingkungan sosial.
Karena seorang Introvert harus diterima terlebih dahulu oleh dirinya supaya diterima di lingkungan. So, be your self!
Salam,
ISFP Personality ðŸ™‚

Comments

Popular posts from this blog

Love In Paris

France, So I'm Fall in Love

​Andai Allah bisa Cemburu