Bukber Akbar Pecinta Anak Yatim

Alhamdulillah Wa Syukurillah… Satu kalimat yang menggambarkan perasaanku semenjak hari kemarin.
Hari ini aku mau berbagi sedikit pengalaman bergabung sebagai relawan dokumenter di acara Bukber Akbar Pecinta Anak Yatim 2017.
Sedikit prolog, dari dulu aku memang berharap punya kegiatan berbagi ke sesama atau bergabung dengan komunitas berbagi. Tapi selama ini karena belum punya banyak waktu luang semuanya masih angan-angan. Sampai akhirnya beberapa bulan yang lalu Allah kasih kesempatan punya waktu luang lebih banyak dari pada hari sebelumnya. Dan pada saat itu juga aku ga buang-buang waktu untuk segera cari komunitas berbagi. Dan akhirnya ketemulah sama lowongan relawan di Pecinta Anak Yatim dan doeafa Indonesia Tercinta atau yang biasa di sebut dengan PAY and Do It.
Dan tahun ini PAY mengadakan bukber Akbar bersama 1500+ Laskar Langit (Panggilan hangat untuk anak-anak yatim dan duafa) di Taman Mini Indonesia Indah, meskipun aku hanya sebagai relawan dokumenter yang ga banyak berkomunikasi dengan adik-adik Laskar Langit tapi aku tetep merasa bersyukur bisa melihat dan mengabadikan senyum mereka.
Ada rasa haru bahagia dan sedih yang jadi satu saat melihat mereka turun dari bus yang disediakan panitia untuk pihak yayasan agar bisa sampai ke Taman Mini. Dan melihat itu, hatiku bergetar dan tak henti-hentinya mengucap rasa syukur karena Allah mengizinkan aku untuk ada disana.
adik LL ketika tiba di Keong Mas, TMII
Kaka relawan yang menyambut kedatangan adik LL
kakak relawan yang menyambut kedatangan adik LL
Senyum mereka begitu tulus ketika mereka turun dari bus, seperti ada kebahagiaan bisa berjalan-jalan keluar. Meskipun dalam keadaan berpuasa mereka tetap bersemangat, bercanda dengan teman-teman mereka. Dan senyum itulah yang membuat kami, para relawan, bersemangat pula menyambut kedatangan mereka. Karena senyum itulah yang kami nantikan. Kebahagiaan itulah yang kami harapkan.
Mereka berbaris beriringan untuk memasuki Keong Mas, karena acara yang diadakan PAY diantaranya adalah nonton bersama film edukasi di Keong Mas, karena banyaknya peserta LL yang turut serta dalam acara ini, jadwal nonton di Keong Mas pun kami bagi menjadi dua kloter. Disaat kloter pertama sedang menonton, kloter kedua yang sudah berdatangan di sambut kakak-kakak relawan pendamping yang mengajak bermain games agar waktu menunggu tidak membosankan.

Aku kagum kepada kakak-kakak relawan yang mampu menghidupkan suasana agar adik-adiknya tidak merasa jenuh. Karena hal semacam ini tidak semua orang bisa lakukan, mereka yang mampu menyampaikan energi-energi positif untuk orang lain adalah mereka yang punya jiwa besar yang rasa pedulinya tinggi kepada orang lain. Dan aku masih belajar dalam tahap itu.
Namun dibalik itu semua ada juga yang membuatku sedih tak tertahan, ketika ada salah satu adik laskar langit yang sakit dan istirahat di sekitar keong mas, aku melihat sorot matanya yang was-was sambil memperhatikan teman-teman yayasannya bermain games. Ada rasa takut dari matanya, bukan takut apa-apa, melainkan takut tertinggal teman-teman yayasannya. Ketika teman-temannya diperbolehkan masuk, ia segera menghampiri kakak relawan kesehatan dan mengatakan bahwa ia sudah sehat dan ingin ikut masuk bersama teman-temannya. Matanya sangat jelas menggambarkan ia tak memiliki siapapun selain teman-teman yayasannya. Melihat hal itu, aku tak sanggup menahan air mata. Ya Allah, adik sekecil itu, harus hidup tanpa orang tua. Meskipun aku yakin ia mendapat banyak kasih sayang dari orang lain, tapi tetap saja ada yang terasa kurang ketika tanpa orang tua. Ah, adik semoga kelak engkau dipertemukan oleh orangtuamu di JannahNya.
Dan setelah acara nonton bareng di Keong Mas selesai, adik-adik laskar langit berjalan menuju gedung Sasono Utomo Taman Mini, disana acara acara photobooth, bermain games, pengumuman lomba mading yang dibuat adik-adik dihari sebelumnya, sholat wajib berjamaah dan kegiatan seru lainnya dilaksanakan sambil menunggu waktu berbuka. Mereka sangat antusias mengikuti acara demi acara. Meskipun ada diantara mereka yang sambil tidur-tiduran diatas karpet karena lelah, tapi senyum bahagia dan canda tawanya tetap terdengar.  Dan mereka juga masih semangat berpuasa.
Ada cerita dari kakak-kakak relawan pendamping ketika menemani adik-adiknya menunggu waktu berbuka. Kakak-kakak relawan diserbu berbagai pertanyaan dari bibir manisnya seperti,
“Kak, magrib masih lama ya?”
“Kak, sekarang jam berapa? magribnya berapa jam lagi?” 
“Kak, wudhu aku batal”
“Kak temani aku ke toilet”
“Kak, nanti suapin aku ya”
“Kak, aku mau disuapin sama kakak itu” sambil menunjuk kakak relawan lain yang sedang berjalan.
dan kata-kata yang mereka lontarkan kepadaku dengan suara riangnya,
kak fotoin aku dong
kak nanti fotonya masuk facebook ya?” tanyanya polos
kak, fotoin dia (sambil nunjuk temennya)” dan temennya langsung tutup muka karena malu dan mereka tertawa.
kak aku malu” katanya ketika aku mengambil gambarnya
Ah, kata-kata polos mereka yang membuat hati ini semakin tersentuh.
Dan walaupun kebersamaan adik-adik dengan kakak relawan pendamping mereka hanya sebentar, tapi kehangatan dan keakraban mereka tetap terlihat. Kakak-kakak yang begitu tulus memperhatikan adik-adiknya, dan adik-adik yang begitu bahagia bermain bersama kakak-kakaknya.


kebersamaan kakak-kakak pendamping dan adik-adik laskar langit


Daaan, ini mungkin hanya sekedar tulisan pengingatku dimasa yang akan datang. Tapi aku berharap Allah terus mengizinkan aku tersenyum bersama mereka. Terima kasih adik-adikku untuk kebahagiaan dan senyuman tulus kalian. Terima kasih karena telah membuat aku menyadari pentingnya rasa syukur, semoga kita terus dipertemukan dihari selanjutnya. Teruslah melangkah adik-adik kecilku, jadilah generasi yang kelak membagikan kasih sayang untuk sekitarmu, teruslah mengingat Allah dan teruslah menyayangi Rasul Allah, teruslah tersenyum karena kelak senyum kalian akan mengantarkan kalian ke surganya Allah bersama orang tua kalian berserta orang-orang yang kalian mudahkan langkahnya menuju surganya Allah.
Kelak kita akan bertemu lagi, Insya Allah ❤
Wassalamualaikum…

Comments

Popular posts from this blog

Love In Paris

France, So I'm Fall in Love

​Andai Allah bisa Cemburu