Wahai diri, Maukah engkau membantuku?

Wahai diri, aku memang hanya seorang muslimah yang masih berjuang untuk istiqomah dijalanNya.
Maukah engkau membantuku?
Wahai diri, mampukah engkau menahan rasa iri?
Ketika begitu banyak muslimah cantik dan cerdas yang aku lihat disosial media.
Wahai diri, izinkan aku iri atas kecerdasaannya, bukan kecantikannya.
Izinkan aku iri dengan niat untuk berubah kepada kebaikan.
Bukan aku iri lalu tidak mensyukuri segala nikmatNya.
Wahai diri, aku masih terlalu goyah ketika aku mendapati foto terbaikku di ponselku.
Rasanya aku masih ingin membagikannya ke orang lain.
Wahai diri, mampukah engkau menahanku untuk tidak melakukannya?
Wahai diri, maukah engkau membantuku?
Ketika diusiaku yang sudah semakin beranjak dewasa namun aku masih harus berjuang untuk belajar membaca al-quran dengan baik.
Wahai diri, apakah kamu tidak malu dengan anak-anak yang bahkan belum bisa membaca huruf tapi mereka mampu menghafal ayat suciNya.
Dengan bacaan dan tadjwid yang benar.
Wahai diri, maukah engkau membantuku?
Ketika orang-orang disekitarku melihat sisi burukku.
Maukah engkau berusaha tegar untukku, lalu berhijrah ke arah yang lebih baik?
Maukah engkau terus berjuang sepahit apapun resikonya?
Wahai diri, maukah engkau membantuku?
Ketika teknologi yang semakin canggih dan membuatku lalai akan kewajibanku, maukah engkau tanpa letih mengingatkanku untuk kembali padaNya.
Wahai diri, aku tak mampu berjuang sendirian.
Aku masih terlalu rapuh untuk menghadapi masa-masa ini.
Maukah engkau membantuku?
Wahai diri, aku tidak mampu menanggung semua yang telah aku lakukan selama ini.
Maukah engkau membantuku untuk meringankannya?
Dengan memperbaiki saat ini dan seterusnya.
Agar bebanku tak terlalu berat ketika aku berhadapan denganNya nanti.
Wahai diri, teguhkanlah tekadmu demi membantuku.

Comments

Popular posts from this blog

Love In Paris

France, So I'm Fall in Love

​Andai Allah bisa Cemburu