Aku
Pernahkah kamu merasa sangat mencintai seseorang tapi kenyataannya kamu tidak bisa memilikinya seutuhnya? Jika pernah, kamu pasti tau betapa menyakitkannya perasaan itu. Perasaan yang jika kamu mencoba membunuhnya hanya akan membuat semua mimpimu pudar secara perlahan. Perasaan yang jika diikuti alurnya hanya akan membuat kamu di lingkari perasaan bersalah pada setiap detik hidupmu. Berlebihan. Tapi jika kamu pernah merasakannya, itu sama sekali tak berlebihan. Aku, hanya seorang wanita biasa yang mencintai seorang lelaki sejak aku duduk dibangku sekolah menengah. Bagiku, kehadirannya selalu memberi kehangatan tersendiri dalam hidupku. Hidupku memang penuh cinta; keluarga, teman, sahabat; mereka semua mencintaiku begitu tulus. Tapi bagiku, semua belum lengkap tanpa seseorang spesial yang menetap dihati. Sampai akhirnya ia datang, sempurna duniaku. Rasanya itu yang aku rasakan ketika aku masih duduk dibangku sekolah. Sempurna. Kata itu tak pernah berlebihan bagiku. Sampai ak...